5 Universitas di Belanda Paling Populer yang Menerima Beasiswa Anak Indonesia

5 Universitas di Belanda Paling Populer yang Menerima Beasiswa Anak Indonesia

Belanda itu ibarat “rumah kedua” bagi pelajar Indonesia. Selain karena faktor sejarah yang kuat, kualitas pendidikan di sana memang nggak main-main. Bayangkan saja, hampir semua universitas di Belanda nangkring di peringkat 200 besar dunia. Keren, kan?

Masalahnya, biaya kuliah dan hidup di Eropa seringkali bikin dompet menjerit. Tapi tenang, buat kamu yang punya mimpi kuliah di Negeri Kincir Angin, ada banyak sekali jalan ninja lewat beasiswa. Mulai dari beasiswa pemerintah Belanda seperti NL Scholarship (dulu Holland Scholarship), beasiswa internal kampus, sampai beasiswa “sultan” dari pemerintah kita sendiri, yaitu LPDP.

Penasaran kampus mana saja yang paling populer dan “baik hati” dalam menerima beasiswa untuk anak Indonesia? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga:
8 Tips Belajar Efektif dengan Metode Diskusi Kelompok

1. Leiden University: Kiblatnya Studi Indonesia di Eropa

Kalau bicara soal kedekatan emosional dengan Indonesia, Leiden University juaranya. Universitas tertua di Belanda ini punya koleksi naskah kuno Indonesia terlengkap di dunia di perpustakaannya. Nggak heran kalau Leiden jadi destinasi favorit buat anak-anak Indonesia, terutama yang mau mendalami Ilmu Hukum, Ilmu Sosial, dan Humaniora.

Leiden sangat terbuka bagi penerima beasiswa. Salah satu yang paling prestisius adalah Leiden University Excellence Scholarship (LExS). Beasiswa ini menyasar mahasiswa internasional (non-EU) yang punya prestasi akademik jempolan. Selain itu, ada juga Leiden Science Indonesia Scholarship yang khusus diberikan bagi lulusan sarjana dari universitas mitra di Indonesia untuk lanjut S2 di bidang sains.

Bagi kamu pejuang LPDP, Leiden selalu masuk dalam daftar universitas tujuan utama. Atmosfer kotanya yang tenang dan ramah sepeda bakal bikin kamu betah berlama-lama diskusi di kafe-kafe pinggir kanal.

2. Wageningen University & Research (WUR): Surganya Pecinta Alam dan Pangan

Siapa yang nggak tahu WUR? Kalau kamu tertarik dengan isu ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, atau perubahan iklim, ini adalah “Mekah”-nya. WUR berkali-kali dinobatkan sebagai universitas pertanian dan kehutanan nomor satu di dunia.

Banyak mahasiswa Indonesia di sana yang kuliah menggunakan beasiswa OKP (Orange Knowledge Programme) atau beasiswa hasil kerja sama antara Diktiristek-LPDP-OKP/StuNed. Beasiswa ini sangat fokus pada area pembangunan yang krusial bagi Indonesia, seperti manajemen air dan pangan.

Selain beasiswa luar, WUR juga punya Africa Scholarship Programme dan berbagai bantuan finansial lainnya yang bisa diakses mahasiswa internasional. Tinggal di Wageningen juga relatif lebih murah dibanding Amsterdam atau Utrecht, jadi uang saku beasiswamu bakal lebih awet!

3. University of Amsterdam (UvA): Kuliah di Jantung Kota Metropolitan

Mau merasakan vibe kota besar sambil belajar di universitas riset kelas dunia? University of Amsterdam adalah jawabannya. UvA sangat populer bagi mahasiswa Indonesia yang mengincar jurusan Komunikasi, Bisnis, dan Psikologi. Bahkan, jurusan Komunikasi di UvA sering menduduki peringkat 1 di dunia, lho!

UvA punya skema beasiswa yang cukup beragam untuk menarik talenta terbaik global. Ada Amsterdam Merit Scholarship (AMS) yang ditujukan bagi mahasiswa non-Uni Eropa dengan rekam jejak akademik luar biasa. Beasiswa ini biasanya mencakup biaya kuliah secara penuh atau sebagian.

Banyak juga anak Indonesia di UvA yang berangkat dengan beasiswa LPDP. Kuliah di sini artinya kamu bakal punya jaringan internasional yang sangat luas karena Amsterdam adalah titik temu berbagai budaya dan industri besar dunia.

4. Delft University of Technology (TU Delft): Markas Besar Calon Insinyur

Bagi kamu yang hobi ngoprek teknologi atau pengen jago membangun infrastruktur anti-banjir, TU Delft adalah tempatnya. Universitas teknik tertua dan terbesar di Belanda ini punya reputasi global yang sangat solid di bidang Arsitektur, Teknik Sipil, dan Teknik Kedirgantaraan.

TU Delft dikenal sangat kompetitif, tapi mereka juga sangat royal dalam urusan beasiswa bagi mahasiswa yang benar-benar berbakat. Ada Justus & Louise van Effen Excellence Scholarship yang sifatnya fully funded. Beasiswa ini menanggung biaya kuliah penuh, biaya hidup bulanan, hingga asuransi kesehatan.

Banyak alumni hebat Indonesia yang lulus dari sini, sehingga komunitas mahasiswa Indonesia (PPI Delft) di sana sangat kuat dan suportif. Kamu nggak perlu takut merasa kesepian atau bingung saat pertama kali menginjakkan kaki di Delft.

5. University of Groningen (UG): Harmoni Pendidikan di Utara Belanda

Terletak di bagian utara Belanda, University of Groningen menawarkan suasana belajar yang sangat otentik. Hampir 25% penduduk kota ini adalah mahasiswa, jadi kotanya benar-benar “hidup” oleh jiwa muda. UG sangat populer untuk jurusan Ekonomi, Bisnis Internasional, dan Teknik Kimia.

Universitas ini sangat aktif memberikan informasi beasiswa melalui portal mereka. Salah satu yang sering diambil mahasiswa Indonesia adalah NL Scholarship yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda. Meskipun nilainya tidak menanggung seluruh biaya hidup, beasiswa ini sangat membantu sebagai tambahan modal kuliah di tahun pertama.

Selain itu, UG juga sering menjalin kerja sama double degree dengan universitas-universitas top di Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI). Jadi, ada peluang buat kamu untuk mendapatkan gelar dari dua kampus sekaligus!


Tips Menembus Beasiswa di Belanda

Kuliah di Belanda memang terlihat mewah, tapi persaingannya juga cukup ketat. Agar peluangmu diterima di lima kampus di atas semakin besar, pastikan kamu memperhatikan beberapa hal ini:

  • Sertifikat Bahasa Inggris: Jangan menunda tes IELTS atau TOEFL iBT. Rata-rata kampus riset di Belanda meminta skor IELTS minimal 6.5 atau 7.0 tanpa ada nilai komponen di bawah 6.0.

  • Motivation Letter: Ini adalah senjatamu. Jelaskan mengapa kamu memilih Belanda dan bagaimana ilmu yang kamu dapatkan nanti bisa berkontribusi untuk Indonesia. Belanda sangat menyukai kandidat yang punya visi jelas.

  • Kesesuaian Jurusan: Pastikan latar belakang pendidikan S1 kamu relevan dengan jurusan S2 yang kamu pilih. Di Belanda, sistem pendidikannya sangat linear, jadi mereka sangat detail melihat transkrip nilai kamu.

  • Daftar Lebih Awal: Banyak beasiswa internal kampus (seperti LExS atau Justus van Effen) mengharuskan kamu untuk mendaftar ke universitasnya terlebih dahulu sebelum tanggal tertentu (biasanya antara Desember hingga Februari).

Belanda bukan hanya soal kincir angin dan bunga tulip, tapi juga soal kualitas berpikir kritis dan keterbukaan. Kelima Universitas di Belanda ini sudah terbukti menjadi jembatan bagi ribuan anak Indonesia untuk meraih mimpi mereka. Jadi, universitas mana yang bakal jadi pilihanmu di tahun 2026 nanti?